Blog

Jasa Pembuatan E-Learning

E-learning (or eLearning) is the use of electronic media, educational technology and information and communication technologies (ICT) in education. E-learning includes numerous types of media that deliver text, audio, images, animation, and streaming video, and includes technology applications and processes such as audio or video tape, satellite TV, CD-ROM, and computer-based learning, as well as local intranet/extranet and web-based learning. Information and communication systems, whether free-standing or based on either local networks or the Internet in networked learning, underlie many e-learning processes.[1]

E-learning can occur in or out of the classroom. It can be self-paced, asynchronous learning or may be instructor-led, synchronous learning. E-learning is suited to distance learning and flexible learning, but it can also be used in conjunction with face-to-face teaching, in which case the term blended learning is commonly used.

source : http://en.wikipedia.org/wiki/E-learning

Facebook Ingin Semua Perusahaan Merangkul Mobile

FACEBOOK INGIN SEMUA PERUSAHAAN MERANGKUL MOBILE

Facebook mengumumkan bahwa ada 5 juta pengiklan aktif yang menggunakan platform mereka pada Senin pekan lalu. Perusahaan ini melaporkan bahwa ada 4 juta pengiklan pada September 2016, 3 juta pada Maret 2016, dan 2 juta pada bulan Februari 2015. Instagram mengumumkan 1 juta pengikan pada awal tahun 2017. Fakta penting yang coba dijelaskan oleh Facebook adalah mereka menciptakan alat untuk memberdayakan 5 juta bisnis ini.

Sebagai platform, Facebook bekerja untuk membuat pemilik usaha untuk lebih mudah mengontrol dan memperbarui apa yang mereka lakukan untuk perusahaan mereka melalui smartphone. Sebagai contoh, Facebook baru-baru ini memungkinkan bagi pemilik Facebook Page untuk mengembalikan iklan yang berkinerja tinggi dengan satu kali klik, termasuk kemampuan untuk mengubah penargetan, melalui aplikasi.


Mendukung banyak bisnis dengan lebih banyak alat adalah cara Facebook mengubah platformnya sebagai tambang uang sembari menarik lebih banyak perhatian konsumen untuk memakai aplikasinya. Hal yang paling mudah kini menemukan salon rambut lokal melalui Facebook. Bisnis tak harus selalu beriklan. Bahkan lebih 65 juta perusahaan memiliki Facebook Pages, sehingga mayoritas tak melakukan pembelanjaan iklan melalui Facebook.


Perhatian utama untuk beberapa perusahaan yang mengandalkan atau baru mempertimbangkan untuk menggunakan Facebook adalah jejak rekam perusahaan ini pada transparansi (atau malah tak ada). Selama bertahun-tahun, Facebook membuat algoritma yang selalu berubah sehingga membuat media yang menang dalam traffic bisa jadi menurun drastis pada perubahan terbaru. Hal yang sama terjadi pada pemasar sebelumnya. Sebaliknya, pemilik usaha kecil hanya memiliki dana dan waktu yang terbatas untuk bereksperimen.

 Facebook mencoba untuk mengatasi masalah ini. Selain Client Ad Council yang mencakup beberapa biro iklan terbesar dan brand yang melakukan belanja iklan gila-gilaan, Facebook meluncurkan website yang didesikan untuk pemilik usaha kecil dan menengah. Layanan ini disebut Facebook Small Businsess Council.

 Situs baru ini menampilkan cerita lebih dari 40 bisnis UKM yang menggunakan dan merasakan manfaat dari Facebook. Facebook juga bekerja untuk memperluas jumlah tahun ini. Saat ini, titik-titik yang difokuskan berkoordinat di AS, India, dan Jerman.

 Facebook juga mendidik pemilik bisnis untuk memiliki dengan mengoperasikan program e-learning yang disebut Blueprint. Layanan ini tersedia dalam 10 bahasa dan melayani lebih dari 1 juta pengguna unik. Orang-orang telah mengambil lebih dari 2.5 juta program di lebih dari 150 negara. Ada pula yang menciptakan program studi baru untuk mengelola video dan menyalin suara, A/B testing, dan iklan televisi.

 “Sebagai peruahaam, kami terus berinvestasi dari sudut pandang orang dan sudut pandang produk,” ungkap Shappley. “Kami ingin memberdayakan bisnis kecil dan menengah di era mobile seperti sekarang.”