Blog

Empat Hal Penting Bagi Brand Yang Ingin Terjun Ke

EMPAT HAL PENTING BAGI BRAND YANG INGIN TERJUN KE MEDIA SOSIAL

Transformasi digital sudah tak dapat dihindari lagi. Terutama di era platform media sosial yang semakin banyak digunakan. Beragam platform baru bermunculan membawa berbagai keunggulan masing-masing. Hampir semua data menunjukkan bahwa penetrasi smartphone semakin membludak walaupun infrastruktur belum sempurna.

Tantangan para pengiklan di era ini adalah bagaimana cara menggunakan media sosial dengan cara yang tepat dan terarah mengingat sifatnya yang dinamis. Semakin banyak platform baru yang muncul, namun ada juga platform yang kini tak ada lagi jejaknya. Merek harus bisa merespons perubahan perilaku penggunanya.

Jejaring sosial tumbuh signifikan dari sudut pandang dunia pemasaran. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Econsultancy dan Adobe terhadap 35 ribu marketer dari seluruh dunia, 56% dari pemasar berencana menaikkan anggaran mereka ke media sosial.

Pemilik merek harus sudah bisa menentukan, dimana dan konten seperti apa yang akan dibuat untuk berkampanye di media sosial. Hal yang harus diketahui adalah:

#1 Pilih platform yang tepat dan mendukung brand image

Jangan terjebak dengan banyaknya media sosial hanya karena media sosial tersebut banyak digunakan oleh orang. Daripada membuang waktu dan anggaran belanja, pilihlah mana yang paling cocok dengan imej merek yang dibangun dan fokuskan tujuan merek untuk meyakinkan dan mendapatkan konversi.

#2 Buat konten yang menarik, bernilai, dan shareable

Konten yang menarik dan memiliki makna bisa meningkatkan reputasi merek. Dibanding hanya membagikan konten secara acak, tak berisi, apalagi berita bohong, bagikan konten yang mencerminkan imej dari merek yang sedang dibangun.

#3 Jangan remehkan pengaruh influencer

Influencer memiliki pengaruh besar sesuai dengan bidang yang mereka geluti. Kepopuler ini tak bisa didiamkan begitu saja, terutama bagi merek. Ketimbang harus susah payah membangun audiens, penggunaan para influencer ini lebih efektif. Pilihlah influencer yang memiliki imej yang sama dengan merek yang sedang dibangun.

#4 Gunakan social campaign untuk mempromosikan konten

Merek yang mulai berkembang biasanya menggunakan media sosial untuk keperluan meningkatkan visibilitas dan awareness. Selain membuat konten yang menarik dan bermanfaat bagi audiens, jangan lupa untuk mendorong partisipasi audiens agar bisa mencoptakan engagement. Jangan asal membuang bujet pemasaran untuk paid campaign pada semua konten tanpa perhitungan matang.

Facebook Ingin Semua Perusahaan Merangkul Mobile

FACEBOOK INGIN SEMUA PERUSAHAAN MERANGKUL MOBILE

Facebook mengumumkan bahwa ada 5 juta pengiklan aktif yang menggunakan platform mereka pada Senin pekan lalu. Perusahaan ini melaporkan bahwa ada 4 juta pengiklan pada September 2016, 3 juta pada Maret 2016, dan 2 juta pada bulan Februari 2015. Instagram mengumumkan 1 juta pengikan pada awal tahun 2017. Fakta penting yang coba dijelaskan oleh Facebook adalah mereka menciptakan alat untuk memberdayakan 5 juta bisnis ini.

Sebagai platform, Facebook bekerja untuk membuat pemilik usaha untuk lebih mudah mengontrol dan memperbarui apa yang mereka lakukan untuk perusahaan mereka melalui smartphone. Sebagai contoh, Facebook baru-baru ini memungkinkan bagi pemilik Facebook Page untuk mengembalikan iklan yang berkinerja tinggi dengan satu kali klik, termasuk kemampuan untuk mengubah penargetan, melalui aplikasi.


Mendukung banyak bisnis dengan lebih banyak alat adalah cara Facebook mengubah platformnya sebagai tambang uang sembari menarik lebih banyak perhatian konsumen untuk memakai aplikasinya. Hal yang paling mudah kini menemukan salon rambut lokal melalui Facebook. Bisnis tak harus selalu beriklan. Bahkan lebih 65 juta perusahaan memiliki Facebook Pages, sehingga mayoritas tak melakukan pembelanjaan iklan melalui Facebook.


Perhatian utama untuk beberapa perusahaan yang mengandalkan atau baru mempertimbangkan untuk menggunakan Facebook adalah jejak rekam perusahaan ini pada transparansi (atau malah tak ada). Selama bertahun-tahun, Facebook membuat algoritma yang selalu berubah sehingga membuat media yang menang dalam traffic bisa jadi menurun drastis pada perubahan terbaru. Hal yang sama terjadi pada pemasar sebelumnya. Sebaliknya, pemilik usaha kecil hanya memiliki dana dan waktu yang terbatas untuk bereksperimen.

 Facebook mencoba untuk mengatasi masalah ini. Selain Client Ad Council yang mencakup beberapa biro iklan terbesar dan brand yang melakukan belanja iklan gila-gilaan, Facebook meluncurkan website yang didesikan untuk pemilik usaha kecil dan menengah. Layanan ini disebut Facebook Small Businsess Council.

 Situs baru ini menampilkan cerita lebih dari 40 bisnis UKM yang menggunakan dan merasakan manfaat dari Facebook. Facebook juga bekerja untuk memperluas jumlah tahun ini. Saat ini, titik-titik yang difokuskan berkoordinat di AS, India, dan Jerman.

 Facebook juga mendidik pemilik bisnis untuk memiliki dengan mengoperasikan program e-learning yang disebut Blueprint. Layanan ini tersedia dalam 10 bahasa dan melayani lebih dari 1 juta pengguna unik. Orang-orang telah mengambil lebih dari 2.5 juta program di lebih dari 150 negara. Ada pula yang menciptakan program studi baru untuk mengelola video dan menyalin suara, A/B testing, dan iklan televisi.

 “Sebagai peruahaam, kami terus berinvestasi dari sudut pandang orang dan sudut pandang produk,” ungkap Shappley. “Kami ingin memberdayakan bisnis kecil dan menengah di era mobile seperti sekarang.”