Inilah yang membuat segmentasi begitu menarik: analisis Mailchimp atas sekitar 11.000 kampanye tersegmentasi menemukan klik 100,95% lebih banyak dibanding kampanye tanpa segmentasi, dan Campaign Monitor, dengan mengutip DMA, melaporkan kenaikan pendapatan email 760% dari kampanye tersegmentasi. Bagi pemasar digital yang siap menerapkan teknik segmentasi tingkat lanjut, celah ini adalah peluang.
Bagi pemasar tingkat menengah yang menjalankan lebih dari satu kampanye, segmentasi audiens bukan sekadar strategi, melainkan fondasi pertumbuhan jangka panjang yang bisa diskalakan dan dapat menghasilkan dampak bisnis yang terukur.
Dasar yang paling konvensional adalah segmentasi demografis, yang mengelompokkan audiens berdasarkan usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan wilayah. Meski sederhana, segmentasi demografis paling berguna untuk bisnis B2C. Segmentasi ini juga memberi latar belakang yang Anda butuhkan untuk menyusun strategi yang lebih canggih. Namun pemasar yang cermat tahu bahwa penargetan yang hanya berdasarkan demografi sering menebak keinginan pelanggan dari hal seperti usia dan jenis kelamin.
Segmentasi perilaku melihat cara pelanggan bertindak, apa yang mereka beli, dan seberapa sering mereka berinteraksi dengan brand untuk membentuk segmen yang dinamis. Metode ini memantau cara orang berinteraksi dengan situs Anda, seberapa sering mereka membuka email, seberapa sering mereka membeli, dan cara mereka memakai produk Anda.
Segmentasi perilaku sering menjadi pilihan paling cocok untuk bisnis e-commerce karena memungkinkan respons real-time terhadap tindakan pelanggan, misalnya lewat behavioral triggers seperti pengingat keranjang yang ditinggalkan. Panduan Salesforce yang ditautkan tidak menyebut angka kenaikannya, tetapi melaporkan bahwa 74% pemasar yang memakai AI mengatakan AI membantu memperbaiki segmentasi pelanggan (State of Marketing, edisi ke-8).
Segmentasi psikografis melihat kepribadian, nilai, sikap, dan gaya hidup seseorang untuk memahami apa yang mendorongnya membeli. Rangkuman statistik NotifyVisitors (kini Nvecta), yang ditautkan di sini sebagai Psychographic segmentation works best, menyebut segmentasi psikografis paling efektif untuk perusahaan B2B, meski rangkuman itu tidak menyebut studi yang mendasarinya. Segmentasi ini sering dipakai untuk menjangkau pengambil keputusan berdasarkan nilai profesional dan tujuan perusahaannya, dan cocok untuk brand premium, layanan berlangganan, serta jasa profesional.
Segmentasi geografis tidak hanya memakai data lokasi dasar, tetapi juga iklim, wilayah budaya, dan cara kerja pasar setempat. Dengan geo-targeting modern, brand bisa menyesuaikan pesannya untuk komunitas tertentu. Seperti dijelaskan EventX (ditautkan sebagai AI-enhanced geographic segmentation), segmentasi geografis berbasis AI bisa membagi audiens bukan hanya per kota atau negara, tetapi juga per mikrowilayah atau komunitas online tertentu.
Segmentasi teknografis adalah garis depan terbaru. Segmentasi ini membagi audiens berdasarkan cara mereka memakai teknologi, perangkat yang mereka sukai, dan perilaku online mereka. Analisis teknografis berguna untuk memetakan cara pelanggan mengadopsi dan memakai teknologi; artikel Wikipedia yang ditautkan sebagai Technographic analysis is very useful mencatat bahwa Forrester pernah menawarkannya sebagai layanan riset bagi profesional TI dan pemasaran. Perusahaan B2B bisa memakainya untuk mengenali stack teknologi pelanggannya, dan brand konsumen bisa memakainya untuk memperbaiki pengalaman lintas perangkat.
Strategi segmentasi B2B sering menargetkan eksekutif C-suite, manajer pemasaran, dan tenaga penjual berdasarkan perannya, serta membagi akun menurut ukuran perusahaan (korporasi, menengah, UKM) dan industri. Ada statistik yang beredar di internet yang berbunyi "Role-targeted content has 42% higher conversion rates than generic messaging", tetapi panduan HubSpot yang ditautkan tidak memuat angka itu, jadi kami tidak memakainya.
Mesin rekomendasi Netflix mempersonalisasi apa yang dilihat setiap pelanggan; analisis STP dari EdrawMind menyebut Netflix memberikan konten yang dipersonalisasi kepada lebih dari 100 juta pengguna setiap hari. Algoritmenya memakai sinyal seperti riwayat tontonan, preferensi genre, dan pola interaksi. Namun klaim bahwa segmentasi membantu Netflix meraih laba untuk pertama kalinya pada 2024 (ditautkan sebagai Netflix make a profit) keliru: laporan Netflix ke SEC menunjukkan laba bersih sekitar $1,87 miliar pada 2019 dan $5,41 miliar pada 2023.
Mesin personalisasi Amazon memakai machine learning untuk memadukan analisis perilaku dan pemodelan prediktif. Rebuy, dengan mengutip estimasi McKinsey tahun 2013, menyebut bahwa hampir 35% penjualan Amazon berasal langsung dari upaya personalisasi (ditautkan sebagai 35% of Amazon's total sales); estimasi asli McKinsey merujuk pada pembelian yang didorong rekomendasi produk. Secara terpisah, State of Personalization Report 2017 dari Segment menemukan bahwa 44% konsumen mengatakan mereka kemungkinan akan membeli lagi setelah mendapat pengalaman yang dipersonalisasi.
Contoh dari sektor kesehatan datang dari Media Logic, yang membagi calon peserta kampanye Medicare Advantage menjadi tiga kohort, menyusun persona yang kaya, lalu menjalankan kampanye multikanal dengan pesan dan media yang disesuaikan untuk tiap kohort (ditautkan sebagai multi-channel campaigns with messaging). Tulisan agensi itu tidak melaporkan hasil terukur; hasil yang diharapkan adalah lebih banyak lead, biaya per lead yang lebih rendah, atau keduanya.
Alasan finansial untuk segmentasi audiens tingkat lanjut memang kuat, tetapi penting untuk tahu dari mana angkanya berasal. Rangkuman statistik sering menyebut bahwa kampanye tersegmentasi (segmented campaigns can boost revenue) bisa menaikkan pendapatan hingga 760%. Angka itu berasal dari Campaign Monitor, yang mengutip DMA dan secara khusus merujuk pada pendapatan email dari kampanye tersegmentasi. (Halaman BusinessDasher yang ditautkan kini membahas statistik perjalanan pembeli B2B.)
Menerapkan segmentasi strategis membuat pelanggan jauh lebih mudah dipahami. Mengelompokkan pelanggan berdasarkan kebutuhan dan perilaku menunjukkan masalah dan kekhawatiran tiap kelompok serta apa yang mendorong keputusannya. Pemahaman yang lebih baik ini menghasilkan pengembangan produk, layanan pelanggan, dan pengambilan keputusan strategis yang lebih baik.
Efisiensi pemasaran meningkat lewat alokasi sumber daya yang lebih baik dan penargetan yang lebih presisi. Dalam analisis Mailchimp atas kampanye tersegmentasi, dibanding kampanye email tanpa segmentasi, kampanye tersegmentasi mendapat open 14,31% lebih banyak (segmented ones have 14.31% more opens) dan klik 101% lebih banyak (100,95%). Panduan Email Uplers yang ditautkan menjelaskan cara menyiapkan segmen tersebut di Mailchimp.
Segmentasi memungkinkan pengalaman yang dipersonalisasi, yang bisa menaikkan nilai pelanggan sepanjang hubungannya dengan brand. Segmentasi daftar email memungkinkan Anda mengirim penawaran yang sesuai dengan kebutuhan tiap kelompok, sehingga mendukung retensi. Kampanye yang tertarget juga bisa menurunkan biaya akuisisi pelanggan baru dengan menaikkan tingkat konversi dan mengurangi pemborosan pemasaran.
Untuk membangun fondasi yang kuat di Fase 1, Anda perlu menetapkan tujuan yang jelas dan selaras dengan tujuan bisnis, memeriksa data pelanggan yang sudah ada di sistem CRM, analitik situs, dan platform pemasaran, serta menetapkan metrik keberhasilan seperti peningkatan kinerja segmen dan tingkat konversi. Implementasi yang berhasil umumnya dimulai dengan 3 sampai 5 segmen utama, bukan langsung memakai metode multidimensi yang rumit.
Langkah kedua, yang sangat penting, adalah mengumpulkan dan menganalisis data sambil mematuhi undang-undang privasi yang berlaku bagi audiens Anda, misalnya GDPR di Uni Eropa, CCPA (yang diubah oleh CPRA) di California, atau Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia. Langkah ini mencakup pengumpulan informasi demografis, perilaku, psikografis, dan firmografis. Cara terbaiknya adalah memadukan first-party data dari interaksi langsung dengan pelanggan dengan sinyal perilaku dari analitik situs dan pola interaksi email.
Alat yang tepat membuat implementasi jauh lebih mudah. Google Analytics 4 (Google Analytics 4 has advanced) punya predictive audience seperti "Likely 7-day purchasers" dan "Likely 7-day churning users", yang tersedia setelah metrik prediktif yang mendasarinya memenuhi syarat. Active list di HubSpot diperbarui otomatis ketika kontak memenuhi atau tidak lagi memenuhi kriteria daftar.
Dengan Meta Ads, Anda bisa membuat custom audience, lookalike audience, dan detailed targeting, meski Meta beberapa kali mempersempit opsi detailed targeting sejak 2022. Salesforce Marketing Cloud punya data filter drag-and-drop (Salesforce Marketing Cloud has drag-and-drop), yaitu antarmuka visual tempat Anda menggabungkan kolom data dengan operator AND dan OR untuk membentuk segmen.
Segmentasi dinamis berbasis AI adalah teknologi paling canggih. Segmentasi ini membentuk segmen yang berubah secara real-time mengikuti perilaku pelanggan. Artikel OnAudience tentang pemakaian AI dalam kampanye pemasaran (AI in their marketing campaigns) menjelaskan bagaimana AI mengubah segmentasi audiens dalam periklanan.
Metode analitik prediktif memperkirakan apa yang akan dilakukan pelanggan sebelum mereka melakukannya, sehingga kampanye bisa direncanakan lebih awal. Penerapan terpentingnya antara lain memodelkan peluang pembelian, mengukur risiko churn, memprediksi nilai seumur hidup pelanggan, dan menilai kemungkinan interaksi. Metode ini membantu menemukan kelompok "Siap Membeli" yang perlu segera ditangani tim penjualan dan kelompok "Peluang Kecil" yang butuh nurturing dengan cara berbeda.
Strategi segmentasi yang mengutamakan privasi memenuhi tuntutan regulasi yang makin banyak sambil tetap berguna. Metode yang berhasil berfokus pada pengumpulan first-party data, personalisasi berbasis persetujuan, dan penargetan konten alih-alih pelacakan perilaku. Dalam studi BCG yang ditugaskan Google, sembilan dari sepuluh pemasar mengatakan first-party data penting bagi program pemasaran digital, tetapi kurang dari sepertiga yang konsisten efektif memanfaatkannya, sehingga data perlu dikumpulkan dan dipakai secara strategis.
i"Segmentasi audiens modern telah berkembang melampaui demografi sederhana menjadi ilmu yang canggih, yang memadukan psikologi perilaku, analitik data, dan wawasan berbasis AI. Perusahaan yang menguasai perpaduan ini tidak sekadar menjangkau pelanggannya, tetapi mengantisipasi kebutuhan mereka, menciptakan pengalaman pemasaran yang terasa nyaris telepatis dalam relevansi dan ketepatan waktunya."
Tessar Napitupulu, Founder dan CEO Arfadia
KPI penting mencakup tingkat interaksi per segmen, peningkatan konversi, customer lifetime value per segmen, biaya akuisisi, tingkat churn, dan atribusi pendapatan. Tetapkan tolok ukur dari kampanye tanpa segmentasi milik Anda sendiri, bukan dari rentang kenaikan yang generik.
Dengan kerangka A/B testing, Anda bisa terus melakukan perbaikan dengan menyusun hipotesis, menguji satu variabel dalam satu waktu, dan memenuhi syarat signifikansi statistik. Praktik terbaiknya adalah menguji satu variabel per segmen, menjalankan pengujian minimal 14 hari, dan memastikan jumlah sampel cukup agar hasilnya andal. Untuk memastikan segmentasi bekerja, Anda perlu memakai metode A/B testing yang tepat.
Cara menghitung ROI mencakup atribusi pendapatan langsung dan nilai jangka panjang pelanggan. Rumus dasarnya adalah pendapatan dari kampanye tersegmentasi dikurangi biaya, lalu dibagi biaya. Atribusi tingkat lanjut melacak perjalanan pelanggan multi-touch dan kenaikan tambahan dibanding kelompok kontrol. Kerangka pengukuran yang menyeluruh (Comprehensive measurement frameworks) memungkinkan optimasi berkelanjutan dan penggunaan anggaran yang lebih baik.
Untuk bisnis kecil, mulailah dengan 3 sampai 5 segmen; untuk bisnis menengah, 5 sampai 8; dan untuk bisnis besar, 8 sampai 12. Setiap segmen harus punya kebutuhan sendiri yang menuntut pesan atau penawaran berbeda, dengan prinsip bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas.
Data penting mencakup informasi demografis (usia, lokasi, pendapatan), pola perilaku (riwayat pembelian, interaksi), wawasan psikografis (nilai, minat), dan data transaksi (frekuensi pembelian, nilai pesanan rata-rata). Bila data Anda belum banyak, mulailah dari interaksi email dan riwayat pembelian, lalu tambahkan data lain secara terencana.
Segmen dinamis berubah secara real-time mengikuti perilaku, segmen statis perlu ditinjau setiap tiga bulan, dan segmen khusus kampanye perlu diperbarui sebelum kampanye besar. Lakukan tinjauan menyeluruh setiap tahun untuk melihat seberapa baik strategi keseluruhan bekerja dan bagaimana pasar berubah.
Indikator keberhasilan mencakup tingkat interaksi dan konversi yang lebih tinggi pada kampanye tersegmentasi dibanding baseline tanpa segmentasi, customer lifetime value yang lebih tinggi, dan atribusi pendapatan yang menunjukkan segmen mana yang mendorong hasil.
HubSpot adalah platform populer untuk segmentasi CRM yang menyeluruh, Google Analytics 4 bagus untuk analisis perilaku, Meta Ads bagus untuk penargetan di media sosial, dan Mailchimp bagus untuk segmentasi email marketing. Pilih alat yang terhubung baik dengan alat pemasaran yang sudah Anda pakai.
Waspadai segmen yang kontaknya terlalu sedikit untuk diuji dengan andal, punya kebutuhan pesan yang sama, atau kinerja kampanyenya menurun. Pakai aturan 80/20 untuk berfokus pada bagian bisnis yang paling berpengaruh pada laba. Jaga agar segmen tetap jelas dan bisa ditindaklanjuti untuk menghindari kesalahan segmentasi yang umum (common segmentation mistakes).
Jangan hanya memakai data demografis; pakai juga data perilaku dan psikografis. Alih-alih menyusun strategi lalu melupakannya, tinjau segmen secara rutin. Ingat juga bahwa pelanggan bisa masuk ke lebih dari satu segmen, dan pastikan setiap segmen punya tujuan yang spesifik dan terukur. Data yang kurang memadai dan wawasan yang tidak ditindaklanjuti adalah dua kesalahan umum dalam segmentasi pelanggan.
Salah satu strategi pemasaran paling efektif adalah segmentasi audiens, yang bisa menghasilkan kenaikan interaksi, tingkat konversi, dan pendapatan yang terukur. Alasan bisnisnya jelas: Mailchimp mencatat klik 100,95% lebih banyak pada kampanye tersegmentasi, dan Campaign Monitor, dengan mengutip DMA, melaporkan kenaikan pendapatan email 760% dari kampanye tersegmentasi.
Pemasar yang melampaui segmentasi demografis dasar dan memakai metode berbasis AI, patuh privasi, serta adaptif secara dinamis memegang keunggulan. Google Analytics 4, HubSpot, Salesforce, dan Meta semuanya punya alat modern yang membuat segmentasi tingkat lanjut bisa dijalankan pemasar tingkat menengah yang mau berinvestasi untuk memahami pelanggannya lebih baik lewat data.
Agar berhasil, Anda perlu memulai dengan tujuan yang jelas, mengumpulkan first-party data berkualitas tinggi, memakai solusi teknologi yang tepat, dan terus melakukan perbaikan berdasarkan metrik kinerja. Perusahaan yang menempuh pendekatan strategis ini lebih siap membelanjakan anggaran pemasaran secara efisien, menjaga kepuasan pelanggan, dan membangun hubungan jangka panjang yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
We use cookies to ensure the website runs optimally and to help us understand how you use our services. You can choose which categories to allow. Read our Privacy Policy.
Required for basic website functionality. Cannot be disabled.
Help us understand how visitors interact with the website. Data used anonymously.
Used to display relevant ads and measure campaign effectiveness.
Enables live chat, social media integrations, and language preferences.